Kau bikinku gigit bibir sendiri..
Lamakah lagi jika sepi..
Kau bikinku renung sinar mentari..
lamakah lagi kita begini..
Ku Pandangkan bulan terang..
hilang nyawa tanpa bintang..
apa lagi aku..
alangkah bunga kembang..
pudar warna tanpa siang..
bayangkan aku..
berkali ku mintakan dari dulu..
usah kau tunggu..ucap itu..
berkali ku bisikkan pada kamu..
usah kau buntu..
aku milikmu..
*ulang*
Perlukah aku ...
menyebut setiapnya yang indahku tidak akan
ada makna....
bila kau sembunyi bermain lari-lari
separuh aku sudah pun mati..
tak mampukah kau percaya ..
haruskah ku hebahnya pada dengki dunia..
tidak bisa kah kita sekadar pejam mata..
biar jiwa bersuara......
Biar...biar..biar jiwa bersuara...
Showing posts with label Fynn Jamal. Show all posts
Showing posts with label Fynn Jamal. Show all posts
Monday, February 8, 2010
Fynn Jamal - 150 Juta
Untuk kali keseratus lima puluh juta
Mereka tanyakan engkau soalan yang sama
“Eh kenapa kau masih lagi mahukan dia?”
“Apa kau buta, apa kau pura-pura suka”
Di seratus lima puluh juta kali itu
Di depan semua engkau tarik tangan aku
Yang sedang buat muka kosong tak ambil tahu
Sambil ketawa engkau bilang satu per satu
“Dia mungkin bengis seperti singa”
“Tapi dia nangis tonton cerita Korea”
“Dia mungkin keras bila bersuara”
“Tapi dia jelas, jujur apa adanya”
“Aku lagi kenal dia”
Dah lebih seratus lima puluh juta kali
Aku pesan padamu apa yang bakal jadi
Engkau dan aku ada mungkin tidak serasi
Engkau sangat manis, aku ini pula dawai besi
Di setiap seratus lima puluh jutanya
Aku pun dalam hati semacam tak percaya
Apa kau lihat pada aku jujurkan saja
Terus kau cubit dagu aku, sambil berkata
“Saya mungkin baran tak kira masa”
“Tapi saya tahan kalau yang salah saya”
“Saya mungkin saja keras kepala”
“Tapi saya manja bila kita berdua”
“Saya kenal sayang saya”
Buat apa dicerita
Bahagia kita rasa
Biar tak dipercaya
Peduli orang kata
Baju ronyok tak apa
Asal pakai selesa
Berkilau tak bermakna
Kalau hati tak ada
Aku lebih bengis dari sang naga
Tapi bisa nangis semata demi cinta
Suaraku keras tak berbahasa
Kerna aku rimas gedik mengada-ngada
Aku mudah baran tidak semena
Mana boleh tahan angin cemburu buta
Dan aku sengaja tunjuk keras kepala
Aku punya manja, kau saja boleh rasa
Mereka tanyakan engkau soalan yang sama
“Eh kenapa kau masih lagi mahukan dia?”
“Apa kau buta, apa kau pura-pura suka”
Di seratus lima puluh juta kali itu
Di depan semua engkau tarik tangan aku
Yang sedang buat muka kosong tak ambil tahu
Sambil ketawa engkau bilang satu per satu
“Dia mungkin bengis seperti singa”
“Tapi dia nangis tonton cerita Korea”
“Dia mungkin keras bila bersuara”
“Tapi dia jelas, jujur apa adanya”
“Aku lagi kenal dia”
Dah lebih seratus lima puluh juta kali
Aku pesan padamu apa yang bakal jadi
Engkau dan aku ada mungkin tidak serasi
Engkau sangat manis, aku ini pula dawai besi
Di setiap seratus lima puluh jutanya
Aku pun dalam hati semacam tak percaya
Apa kau lihat pada aku jujurkan saja
Terus kau cubit dagu aku, sambil berkata
“Saya mungkin baran tak kira masa”
“Tapi saya tahan kalau yang salah saya”
“Saya mungkin saja keras kepala”
“Tapi saya manja bila kita berdua”
“Saya kenal sayang saya”
Buat apa dicerita
Bahagia kita rasa
Biar tak dipercaya
Peduli orang kata
Baju ronyok tak apa
Asal pakai selesa
Berkilau tak bermakna
Kalau hati tak ada
Aku lebih bengis dari sang naga
Tapi bisa nangis semata demi cinta
Suaraku keras tak berbahasa
Kerna aku rimas gedik mengada-ngada
Aku mudah baran tidak semena
Mana boleh tahan angin cemburu buta
Dan aku sengaja tunjuk keras kepala
Aku punya manja, kau saja boleh rasa
Fynn Jamal - Budak Sunyi Dan Pari Parinya
sumpahkan aku ke sana
hidup bersama
mati berdua
andaiku takdir di sini
rangkullah aku
peluklah aku
jangan kau puja
jangan kau hina
ikhlasku dan jujurku
jangan kau puja
jangan kau hina
ikhlasku dan jujurku
sempatkah aku ke sana
ku takut semua
hilang bernama
ambilku dan bawa lari
kerna ku takut
tiada lagi
hanya kerna cinta yang ini
aku berserah tinggi kepada-Mu
yang Maha Esa
ku butuh cinta dia
engkau yang Maha Esa
agungkan cinta ini
sumpahkan aku ke sana
hidup bersama
mati berdua
ambilku dan bawa lari
kerna ku takut
tiada lagi
jangan kau puja
jangan kau hina
ikhlasku dan jujurku
dan suatu hari nanti
akan tiba seorang
memuja cinta kamu
meminta hati kamu
rangkulkan hati itu
dan hulurkan pada Dia
tanya pada tuhan kamu
apakah dia untuk kamu?
hidup bersama
mati berdua
andaiku takdir di sini
rangkullah aku
peluklah aku
jangan kau puja
jangan kau hina
ikhlasku dan jujurku
jangan kau puja
jangan kau hina
ikhlasku dan jujurku
sempatkah aku ke sana
ku takut semua
hilang bernama
ambilku dan bawa lari
kerna ku takut
tiada lagi
hanya kerna cinta yang ini
aku berserah tinggi kepada-Mu
yang Maha Esa
ku butuh cinta dia
engkau yang Maha Esa
agungkan cinta ini
sumpahkan aku ke sana
hidup bersama
mati berdua
ambilku dan bawa lari
kerna ku takut
tiada lagi
jangan kau puja
jangan kau hina
ikhlasku dan jujurku
dan suatu hari nanti
akan tiba seorang
memuja cinta kamu
meminta hati kamu
rangkulkan hati itu
dan hulurkan pada Dia
tanya pada tuhan kamu
apakah dia untuk kamu?

